Sebulan di “Silicon Valley Indonesia”, Lalu Menjelajah

Suasana “Hiperaktif” akan lu temui di tempat ini dengan para desainer grafis, animator, dan para activator yang baru berumur kepala dua dan rata-rata freshgraduate. Ide-ide segar, techno project berkarakter, budaya kerja yang ‘Professional Fun’ membuat banyak yang ingin menjadi bagian dari tempat ini.

Namanya Kibar Kreasi Indonesia. Bak satu bangunan kantor yang diangkat dari Silicon Valley, San Fransisco dan diletakkan di Indonesia.

Ketika lu masuk ke kantor yang letaknya ga jauh dari Stasiun Cikini Jakarta ini, lu bakal geleng-geleng, ngangguk-ngangguk, terserah mau geleng apa ngangguk, sama tulisan “MIKIR ITU PAKE OTAK” segede gaban yang ada di ruang utama kibar. Maknanya dalem. Maknain aja sendiri pake otak lu.

IMG_5345

Ruangan di kantor yang homie ini namanya ajib-ajib. Ada ruang nge-game dan karaoke yang kadang dipake juga buat ruang meeting dan sharing bernama Puputan yang diambil dari nama perang Puputan dengan makna, kalau lu ngegame di sini, lu anggap itu perang dan lu harus berdarah-darah di situ sampe menang. Pak Menteri Rudiantara pun sempat main di sini. Main otak tentang strategi perkembangan startup di Indonesia bersama sang ujung tombak Kibar yang cukup kontroversial dengan nama Yansen Kamto ini. Kalau mau cerita tentang koh Yansen, tulisan gua ga kelar-kelar nanti. Kepoin aja di google.

rudiantara

Ada ruang yang tempatnya cozy banget buat meeting maupun nyantai ketika istirahat. Namanya Dugem alias duduk gemes.

dugem

Ada lagi nih ruang utama untuk pasukan Kibar kerja dengan suasana yang hectic banget. Di ruangan ini, tempat duduk lo harus pindah-pindah setiap hari agar bisa cepat berbaur dengan rekan kerja lainnya. Di ruangan ini pun, lu ga boleh pake alat pendengar musik karena di sini tempatnya lu berkoordinasi dengan rekan kerja lainnya. Dua hingga tiga kali seminggu, tempat ini dialih-fungsikan sebagai ruang sharing season dengan mendatangkan orang-orang keren untuk berbagi pengalaman seperti para diplomat, staff khusus menteri, hingga para musisi terkenal.

paskibar

Ada ruang simpang lima, ruang nyepi, rombak pola pikir, dan lain sebagainya yang setiap harinya selalu penuh dengan anak-anak muda kreatif, inovatif nan dinamis.

Kibar sendiri merupakan induk dari startup-startup yang sedang berkembang di Indonesia. Di dalamnya terdapat Gaharu Activation sebagai eksekutor dari program-program pengembangan startup yang digagas oleh pemerintah maupun swasta. Kreavi yang merupakan tempat berkumpulnya grafik desainer Indonesia, ada di Kibar. Anak DKV pasti taulah sama Kreavi. Kebangetan kalo ga tau. Hehe! Ada juga Ziliun sang penggaung berita-berita seputar dunia tekno maupun opini-opini pengembang karakter yang diulas dengan ringan, tanpa kekakuan bahasa, namun tetap berisi. Kratoon (Kerajaan Kartun), TelusuRI, dan Lab Kinetic yang saat ini sedang dikembangkan, ada di dalam satu kotak “Silicon Valley Indonesia” bernama kibar ini. Kalau kepo, monggooo ubek-ubek di Google.

Gua akan lebih bercerita banyak tentang Gaharu Activation, tempat dimana gua ‘tinggal’ selama sebulan di sana.

Awalnya karena keisengan gua nulis-nulis di blog, bikin novel amatiran, kadang nulis sajak ketika menggalau dan terbakar, dan  akhirnya banyak orang terdekat gua yang tahu gua suka nulis. Termasuk salah satu sohib gua yang singkat cerita, berbaik hati rekomendasiin gua ke atasannya untuk direkrut sebagai penulis di Ziliun. Dengan bersemangat, gua berangkat dari Depok ke Menteng untuk interview awal. Interview dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit lu dapetin ketika interview di perusahaan-perusahaan lain. Out of the box dan keseringan nyeleneh tapi tetap substansial.

Pekan berikutnya, gua dipanggil lagi ke Kibar untuk interview kedua. Kali ini agak lebih serius. Setelah interview, datanglah si empunya Gaharu Activation dan ngobrol-ngobrol ringan sama gua. Karena gua pernah jadi bagian dari beberapa event di organisasi ketika kuliah, akhirnya doi tertarik dan ngajuin penawaran untuk gua freelance di Gaharu. Sebelum gua join ke Ziliun, ga ada salahnya juga gua nyoba di Gaharu untuk nambah-nambah pengalaman dalam dunia event organizer. FYI, ini pengalaman pertama gua masuk ke dunia kerja. Finally, gua join di Gaharu.

Suasana kerja yang begitu dinamis, butuh kedetailan, multitasking, multifokus, multimultian, bikin gua banyak banget belajar professional di sana. Namun, setelah gua coba selama sebulan, gua mutusin untuk kembali mengembara di dunia jobseeker demi mengejar passion gua di dunia nulis.

Gua tetap nulis tentang perkembangan dunia startup di blog gua ini. Tapi, karena gua berasal dari Indonesia timur yang jadi destinasi pariwisata impian para traveler, gua pun iseng-iseng nulis tentang surga yang bersembunyi di Maluku Tenggara. Singkat cerita lagi, gua pun direkomendasiin sama salah satu sohib gua buat jadi Travel Writer di salah satu majalah pariwisata Indonesia. Namanya Indonesia Travel Signature Magazine. Di sini, gua ngerasa seperti mengalami ‘brain orgasm’ dimana hobi gua ini makin dipertajam dari hari ke hari sama tim dan gua menikmati banget ada di sini.

IMG_5652

Gua yang dulunya pengen banget jalan-jalan tapi ga ada waktu dan ga ada duit, akhirnya sekarang gua bisa nulis sambil jalan-jalan walaupun untuk bulan pertama ini gua baru menjelajahi Jakarta, dan bulan Juli nanti gua bakal diterbangin ke Wamena, Papua untuk ambil bagian dalam Festival Budaya Lembah Baliem sebagai penulis pada setiap detail alam di Jayawijaya dan festival ini.

Kembali menjelajah setelah Sebulan di Silicon Valley Indonesia, bukan jadi alasan untuk berhenti menggilai dunia startup. Gua pun tetap jalan dengan Sosio-Startup gua yang sampai hari ini sedang dikembangkan oleh tim gua.

Yang gua ambil dari perjalanan ini, kalau lu punya passion, kejar sekejar-kejarnya. Bakal banyak tantangan di depan sana untuk jalan lu berkarir. Gua pun pernah ada dalam situasi dimana gua udah dihadapakn dengan surat kontrak dari salah satu perbankan BUMN di Indonesia tapi ga gua ambil. Ketika lu nyemplung bekerja sesuai passion lu, ga bakal lagi ada kata ‘mikir karir’, ‘capek kerja’, ‘mikir kemapanan’, dll. Lu bekerja seakan lu lagi main. Lu bakal nikmatin setiap rasa lelah dan setiap tetes keringat dengan rasa bahagia.

Hidup dewasa itu tentang berjuang. Bukan untuk mapan tapi untuk bahagia sampai kelak beruban. Mapan itu bonus. Lo akan menderita berkepanjangan jika berfikir mapan dulu baru bahagia. Jangan ditunggu, nanti juga datang sendiri kalau sudah bahagia.

Balik lagi ke Silicon Valley-nya Indonesia, Kalau pengen lihat suasana kerja di sana, lu bisa tonton di video ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s