5 Destinasi Wisata yang Harus Kamu Kunjungi Saat Menghadiri Festival Pesona Meti Kei

Oleh : Salman Faris Alkatiri

Festival Pesona Meti Kei? Festival apa lagi itu?

Sebelum mengenal 5 destinasi wisata terbaik versi saya di Kepulauan Kei, kamu harus terlebih dahulu mengenal lebih jauh tentang Festival Pesona Meti Kei (FPMK).

View this post on Instagram

Kei Islands Indonesia dan Komunitas Kaki Bajalang meminta dukungan dan partisipasi dr semua masyarakat yg berada di Kepulauan Kei, utk ikut menyukseskan Festifal Pesona Meti Kei yg akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pada tgl 8 Oktober sampai dgn tgl 22 Oktober 2016. yg mana akan menampilkan : – Karnaval Budaya – Diving & Snorkeling Kei – Festifal Seni & Budaya Kei – Tarik tali tangkap ikan scr tradisonal – Festifal menu makan khas enbal ( Rekor Muri ) -Tour keliling pulau/ Touring small Island Kei 10 km – Pameran potensi wisata Kei – Festival cerita rakyat Kei – Tarian tradisional Kei yg akan diikuti oleh 1500 penari ( Rekor Muri) – Lomba foto pariwisata Kei. Foeng fo kut, fau fo banglu ” yang artinya kita akan kuat klu kita semua bersatu dlm membangun negeri ini. #metikei #festivalpesonametikei

A post shared by #KEIIND (@keiislands_indonesia) on

Mungkin Festival Pesona Meti Kei masih cukup asing di kalangan masyarakat umum, bahkan para Traveller. Bukan karena Festival ini kurang bergaung. Hanya saja, tahun 2016 merupakan tahun pertama digelarnya Festival Pesona Meti Kei yang merupakan Festival kebudayaan dan pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara yang diadakan oleh Disbudpar kabupaten Maluku Tenggara.

Lalu, apa itu ‘Meti Kei’? Meti Kei merupakan fenomena alam berupa kondisi surut terendah laut dalam setahun yang terjadi selama dua bulan yaitu Oktober hingga November. Kepulauan Aru pun mengalami kondisi Meti ini. Namun, tak disebut Meti Aru tetapi tetap disebut Meti Kei karena sudah sejak lama orang-orang di Kei mempopulerkan istilah ini. Di kepulauan Kei sendiri, luas pantai biasanya bertambah sekitar 500-700 meter ke arah laut. Bahkan, beberapa pulau bisa tersambung tanpa halangan air laut seperti biasanya akibat air laut yang surut.

Karena keunikan fenomena alam ini, maka pada tahun 2016, Disbudpar kabupaten Maluku Tenggara menginisiasi Festival Pesona Meti Kei yang akan berlangsung dari tanggal 08 hingga 22 Oktober 2016 nanti dengan tujuan untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menikmati keindahan alam di kepulauan Kei serta mengenal lebih jauh akan uniknya budaya masyarakat di kepulauan Kei. Rangkaian dari kegiatan FPMK ini adalah Karnaval Budaya, Kei 10K, Diving & Snorkeling, Festival seni dan budaya masyarakat Kei, Festival menu Enbal (kuliner khas Kei) yang menargetkan Rekor MURI, Tarik tali yang merupakan metode menangkap ikan secara tradisional, Island Hopping, pagelaran tarian tradisional yang menargetkan Rekor MURI dengan penari terbanyak, pemeran potensi wisata Kei, Festival cerita rakyat Kei, hingga lomba fotografi dengan tema pariwisata kepulauan Kei.

Itulah garis besar dari Festival Pesona Meti Kei yang tidak lama lagi akan digelar. Jika kamu tertarik untuk jadi bagian dari penikmat FPMK, maka 5 destinasi wisata di kepulauan Kei ini wajib kamu sambangi jika bertandang ke kepulauan Kei

  1. Pantai Ngurbloat

Pantai dengan pasir terhalus kedua di Asia Tenggara ini wajib kamu kunjungi karena air lautnya yang begitu jernih, pasirnya sangat sangat halus seperti tepung, serta luas pantai yang cukup panjang dan lebar membuat kamu bebas untuk bermain bola kaki, voli pantai, ataupun membuat camp dan api unggun jika bermalam dengan leluasa. Untuk menikmati sunset, pantai ini adalah spot rekomendasi. Ngurbloat sendiri merupakan bahasa asli Kei yang jika diartikan ke bahasa Indonesia berarti ‘panjang’ mengingat area pantai ini begitu panjang. Akses untuk menuju pantai Ngurbloat sekitar 30 menit dari pusat kabupaten Maluku Tenggara.

  1. Pantai Ohoidertawun

Tak jauh dari pantai Ngurbloat, terdapat pantai bernama Ohoidertawun. Pantai ini menjadi spot favorit untuk befoto saat terjadinya fenomena Meti Kei karena area surut air laut yang cukup luas di sini.

  1. Pantai Ngurtafur

Pantai yang terletak di pulau Warbal ini sering pula disebut dengan ‘Pasir timbul’ karena bentuk pasirnya yang timbul di tengah laut secara memanjang seperti lekukan ular putih raksasa. Di sini, kamu bisa berjalan sepanjang 2 kilometer ke tengah laut. Warna air lautnya? Jangan ditanya lagi. Biru bersih tanpa sampah karena pulau ini sangat dijaga keamanan dan kebersihannya oleh masyarakat lokal. Jika beruntung, kamu akan bertemu dengan kawanan burung Pelikan yang bermigrasi dari Australia. Pasir ini tak timbul secara statis setiap saat. Jika air laut naik, maka pasir ini akan tertutup oleh air laut. Jadi, kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke pantai ini untuk menikmati indahnya pasir timbul? Yaitu pada sekitar jam 10 pagi hingga jam 1 siang. Ini adalah waktu dimana air laut sedang surut dan pasir timbul menampakkan keeksotisannya. Untuk sampai ke pantai Ngurtafur, kamu harus menaiki kapal motor dari pelabuhan Debut yang terletak di kabupaten Maluku Tenggara dengan biaya sewa kapal berkisar Rp 700.000 hingga Rp 1.000.000 (PP) sesuai negosiasi. Kalau jalan ramai-ramai, pasti biaya sewa akan terasa lebih ringan atas inisiatif patungan dengan pejalan lainnya. Kapal motor yang ada memiliki kapasitas untuk mengangkut hingga 15 orang.

  1. Goa Hawang

Sudah puas dengan kenikmatan pantai? Selanjutnya, kamu harus mengeksplorasi Goa Hawang atau dalam bahasa Indonesia berarti Goa Setan yang dikelilingi hutan di desa Letvuan. Tak seperti goa lain yang di dalamnya bisa digunakan untuk untuk berjalan kaki dalam eksplorasi, di dalam goa Hawang berisi air tawar dari mata air Evu dengan warna biru jernih sehingga batu-batu yang terdapat di dasar gua dapat terlihat dengan jelas serta dikelilingi hiasan stalagnit dan stalagtit yang indah. Goa ini pun memiliki legenda yang diwujudkan dengan dua buah batu yang menonjol di tengah kolam. Konon, seorang pemburu yang ditemani Anjingnya sedang berburu Babi hutan. Ketika Anjingnya sedang mengejar Babi hutan ke dalam Goa, Babi tersebut hilang. Karena kelelahan berburu dan kehausan, Si tuan dan Anjingnya ini meminum air kolam. Namun, karena air yang terasa pahit, si pemburu akhirnya mengeluarkan kata-kata kotor. Atas sebab umpatan dengan kata-kata kotor tersebut, sang pemburu dan Anjingnya terkena kutukan dan menjadi dua bongkah batu yang masih ada hingga hari ini. Terdapat aturan yang harus dipatuhi ketika berkunjung ke Goa Hawang. Yaitu, larangan mandi bagi perempuan yang sedang haid dan setiap pengunjung tidak boleh mengeluarkan kata-kata kotor ketika berada di tempat ini.

Untuk dapat sampai ke Goa Hawang, dari Langgur yang merupakan ibukota kabupaten Maluku Tenggara, kalian dapat menggunakan kendaraan darat dengan waktu tempuh sekitar 30-40 menit menuju desa Letvuan.

  1. Pulau Bair

Jika telah puas berkeliling tempat wisata di kabupaten Maluku Tenggara, tidak ada salahnya untuk mengeksplorasi salah satu destinasi wisata unggulan di kota Tual, yaitu pulau Bair. Pulau yang dijuluki sebagai Raja Ampatnya Maluku ini belum begitu dikenal masyarakat luas karena lokasi wisatanya yang baru ditemukan sekitar dua tahun lalu. Dengan komposisi air laut berwarna biru kehijauan dan ditemani tebing-tebing batu bertanamkan pepohonan Mangrove, pulau Bair terlihat begitu sempurna untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari dan membumi dengan alam yang tenang. Melompat dari tebing dan berenang sepuas-puasnya di laut Bair yang sangat bersih dan jernih ini merupakan salah satu cara untuk menyegarkan badan setelah teriknya perjalanan laut yang lebih-kurang satu jam dari pulau Dullah darat, kota Tual, menggunakan speed boat. Saat menuju pulau Bair pun, di tengah perjalanan, Anda akan melewati pulau-pulau indah lainnya. Salah satunya adalah pulau kecil bernama Adrenan dengan luas sekitar 500m2 ini. Jika Anda beruntung, di tengah perjalanan, Anda akan bertemu dengan segerombolan anak Hiu Blackpit yang begitu lucu dan menggemaskan ketika mereka melompat-lompat di tengah laut.

Untuk bisa sampai di pulau Bair, jika kamu dari kabupaten Maluku Tenggara, kamu hanya perlu menyebrang ke kota Tual melalui jembatan Usdek, lalu menuju desa Dullah darat menggunakan transportasi darat. Setelah tiba di pelabuhan motor laut desa Dullah darat, kamu harus menggunakan motor laut untuk sampai ke pulau Bair dengan waktu tempuh sekitar 30-60 menit. Harga sewa motor laut berkisar Rp 500.000 (PP) dengan kapasitas penumpang sekitar 10-15 orang. Tentunya akan lebih irit jika bisa patungan bersama teman-teman seperjalanan kamu atau para traveler lain yang akan ke pulau Bair di waktu yang sama.

Sudah punya arah perjalanan ketika berkunjung ke kepulauan Kei? Tentunya kamu harus bangga jika bisa sampai ke sini karena pada 17 September 2016 lalu, kepulauan Kei dinobatkan sebagai surga tersembunyi terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2016 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata.

Yakin belum mau ke surga tersembunyi paling populer di Indonesia? Ayo ke Kepulauan Kei.

Referensi fenomena Meti Kei : wwf.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s